top of page

Obyek Wisata / Seni & Budaya

Seni & Budaya

1. Kesenian Tari Salak

 

Tarian Salak ini adalah Wujud tarian masyarakat dari sebuah pontensi salak pondoh yang ada diDusun pulesari Sehingga dikembangkan menjadi sebuah tarian salak pondoh tersebut yang dapat menjadi daya tarik tersendiri.tari salak ini dipernakan oleh 4 Penari laki-laki sebagai pembawa tandu atau tempat salak,2 laki-laki sebagai penari burung berkicau yang menjadi hama penggangu tanaman salak pondoh serta 8 pemain Perempuan sebagai penari latar yang diharapakan menjadi daya tarik dalam pementasan ”Tarian Salak Pondoh“.

 

2. Kesenian Tari Salak

 

Kesenian ini adalah kesenian kubro siswo bernuansa Religi untuk Dikolaborasikan dengan gamelan dan musik-musik islami sehingga Bisa menjadi sebuah sajian Tarian Budaya Religi.

 

Berawal dari keinginan beberapa warga sekitar yang pernah bermain Tari Kobro di daerah lain dan dimotivasi oleh beberapa anak kuliah kerja nyata yang pada waktu itu menetap di Pulesari, Sleman Yogyakarta. mereka mencoba membuat suatu kesenian Tari Kobro yang mereka kembangkan sendiri. Pada pentas seni hari kemerdakaan 17 Agustus 2002, mereka mementaskan tarian Kobro yang telah dipelajarinya tersebut di kampung Pulesari. Sambutan hangat dari warga Pulesari terhadap tarian ini, membuat warga semakin terdorong untuk melestarikan dan mengembangkanya menjadi lebih menarik. Tari Kobro pada dari Kampung Pulesari ini kemudian diberi nama “Putro Mudo”, yang selalu tampil setiap 22 Agustus untuk memperingati hari lahirnya tarian ini di kampung Pulesari.

2. Kesenian Putro Mudo

 

Kesenian Tari Kobro Pulesari yang membawa nama Putro Mudo” ini mempunyai cerita tersendiri kenapa dinamai demikian. Awal kisahnya adalah pada jaman Nabi Muhammad SAW dimana terdapat pemuda-pemuda sebagai anshor atau pengawal Nabi beserta sahabat-sahabatnya. Mereka ini berjuang demi menegakkan ajaran Islam. Dalam tarian Kobro, pemuda-pemuda yang menjadi penarinya ini seolah menggambarkan anshor atau pengawal Nabi tersebut yang berjuang bersama untuk menegakkan ajaran Islam, yang ditunjukkan oleh adanya adegan peperangan.

 

Tari Kobro “Putro Mudo” dipertunjukkan dalam enam  babak yang berurutan. Dimana babak pertama adalah Rodat Kecil yang terdiri dari beberapa penari anak-anak. Kemudian diteruskan dengan Rodat Remaja yang terdiri dari beberapa penari pemuda usia remaja. Setelah itu adalah Rodat Putri yang terdiri dari penari-penari putri. Lalu Rodat Pasangan yang terdiri dari beberapa pasang laki-laki dan perempuan. Setelah itu Rodat Besar yang sebagian besar penarinya adalah bapak-bapak. Dan terakhir ditutup dengan Setrat, dimana dalam babak ini usia penarinya bervariasi namun semuanya adalah pria. Dalam babak Setrat ini tariannya bebas, bisa tarian semacam badui, campursari maupun tari piring.

 

 

Prestasi


1.    Juara I Festival Kesenian Daerah se-Kabupaten Sleman di Kec. Moyudan, Yogyakarta
2.    Pesona Budaya Nusantara 2004 mewakili D.I Yogyakarta di Taman Mini, Jakarta
3.    Adeging Nagari mewakili D.I Yogyakarta di Taman Mini, Jakarta
4.    Pisowanan Agung di Keraton Yogyakarta
5.    Pembukaan MTQ 2006 di Kabupaten Sleman, Yogyakarta

bottom of page